Kenapa Ada Orang Yang Takut Pada Badut?

0
63

Rasa takut pada badut disebut Coulrophobia dan jumlah orang yang memiliki fobia ini semakin meningkat dalam beberapa dekade.

Hal ini diduga didukung oleh penggambaran badut yang menyeramkan dalam budaya populer seperti dalam film Poltergeist atau “It” yang diangkat dari novel Seteven King.

Dalam film tersebut badut digambarkan sebagai makhluk supernatural yang jahat dan suka memakan anak-anak.

Dari dunia nyata kita juga punya John Wayne Gacy yang bekerja sebagai badut ulangtahun anak-anak, yang juga seorang pembunuh berantai.

Para ahli percaya bahwa alasan dari fobia badut ini dikarenakan make-up dan proporsi tubuh badut yang seringkali berlebihan.

Terutama ketika seorang badut menggunakan topeng yang membuat kepalanya sangat besar, tidak sesuai dengan proporsi tubuhnya.

Fitur-fitur wajah seperti ini yang membuat anak-anak menjadi takut ketika pertama kali bertemu badut. Dan rasa takut ini akhirnya terbawa hingga dewasa.

Para peneliti yang mempelajari fobia ini percaya bahwa ada sebagian hubungan dengan “uncanny valley effect”, yaitu sebuah hipotesis yang menejelaskan mengapa kita merasa ngeri pada benda seperti patung atau robot yang dibuat sangat atau terlalu mirip dengan manusia.

Fitur-fitur wajah dan tubuh badut membuat orang merasa tidak bisa menangkap emosi si badut yang sebenarnya.

Pengguaan topeng yang menyelubungi wajah sebenarnya juga sering membuat orang tidak nyaman. Lihat saja film-film horor tentang pembunuh bertopeng seperti Leatherface atau Jason Voorhees.

Yang pasti, coulrophobia itu nyata. Tapi jika kamu memiliki fobia ini dalam level yang ekstrim dan mengganggu kehidupan, kamu bisa mengikuti terapi untuk menyembuhkan fobia tersebut.