Inilah Trik Agar Selalu Mendapatkan Ide Menulis Dari Isaac Asimov

0
431

Photo credit: Joriel “Joz” Jimenez

Isaac Asimov adalah penulis Amerika terkenal di tahun 1950an.

Novel-novelnya biasanya bertemakan fiksi sains dan berlatar masa depan. Salah satunya adalah “I, Robot” yang difilmkan dan dibintangi Will Smith. Tapi dia juga telah menulis 500an buku lainnya dari berbagai genre dan topik.

Bagaimana dia bisa seproduktif itu dalam menulis? Darimana dia mengambil ide-idenya?

Inilah beberapa taktik yang dia gunakan untuk menulis.

1. Jangan pernah berhenti belajar

Isaac mengaku tulisannya yang beragam adalah hasil tidak adanya pembimbing sehingga dia memenuhi ketertarikan dan haus ilmunya dengan belajar sendiri.

Hasilnya dia telah menulis buku tentang mitologi, kitab injil, Shakespeare, sejarah, sains, dan lain-lain.

2. Jangan lawan kebuntuan

Isaac tidak suka menatap halaman kosong saat mengalami writer’s block. Jika tak ada ide atau bosan, dia meninggalkannya dan beralih pada proyek-proyek lainnya.

Saat dia bosan dengan pekerjaan menulis nonfiksi, saat kembali pada novelnya dia merasa dapat menulis lebih mudah.

3. Jangan takut kritik

Penulis biasanya mudah diserang rasa minder dan tidak percaya diri. Terlalu banyak menggubah dan meragu adalah kebiasaan yang harus dihindari agar tidak membunuh kreativitas.

4. Jangan menempatkan standar terlalu tinggi

Menurutnya menulis itu ibarat menggambar sketsa. Begitu kita punya gambaran yang jelas tentang warna dan keseimbangannya, baru kita boleh memikirkan detilnya.

Peunulis tidak boleh berkutat dengan pikiran yang meragukan kualitas tulisannya. Penulis harus mencintai tulisannya sendiri.

5. Terus buat karya baru

Isaac berkata bahwa ketika buku diterbitkan, penulis tidak punya banyak waktu mencemaskan apakah buku itu akan laku atau disukai.

Teruslah buat karya baru, karena selain lebih produktif, ini akan meningkatkan ketenangan dalam hidup si penulis.

6. Carilah ide sampai menangis dan putus asa

Isaac mendapatkan ide-idenya dengan berpikir keras sampai dia merasa ingin membunuh dirinya sendiri.

Ide yang bagus salah satunya dia dapatkan ketika berbaring di malam hari dan memikirkan sebuah ide artikel, dan dia menangis saat memikirkan bagian sedihnya.