Sejak Kapan Popcorn Identik Dengan Nonton Film?

0
502

Aromanya gurih, terkadang manis dan hangat. Empuk dan renyah saat digigit. Popcorn memang cemilan yang asik dengan rasa yang beragam, ada yang asin dan ada yang manis dan beraroma mentega.

Kita bisa mencium aroma ini saat memasuki bioskop. Tapi mengapa jagung brondong atau popcorn menjadi cemilan khas saat nonton film?

Andrew F. Smith, penulis Popped Culture: A Social History of Popcorn in America punya penjelasan. Sebagian besar alasannya karena harga, kemudahan, dan waktu.

Jagung brondong cukup murah baik bagi penjual maupun pembeli, dan membuatnya juga tidak butuh banyak peralatan mahal. Popcorn muncul ketika bioskop sedag butuh peningkatan ekonomi. Saat itulah popcorn diperkenalkan di layar perak.

Popcorn tidak dinamai seperti itu hanya karena biji jagung yang meletus atau “pop!” saat dimasak. Tapi juga merupakan nama jenis jagung tertentu yang digunakan untuk cemilan ini.

Jagung popcorn aslinya tumbuh di Amerika Tengah dan menjadi populer di Amerika di pertengahan 1800an. Dibandingkan cemilan lain saat itu, jagung brondong sangat mudah dibuat, dan semakin mudah lagi ketika tahun 1885 mesin popcorn bertenaga uap yang bisa bergerak diciptakan.

Sejak itu jalanan di abad 19 dipenuhi jejeran penyedia popcorn independen. Inilah nenek moyang mobil makanan atau food truck.

Harga popcorn juga sangat murah sehingga semakin meningkatkan popularitasnya selama masa perang atau Great Depression. Sejak itu bisokop dan penjual popcorn bekerjasama.

Bisokop-bioskop mulai menempatkan penjual popcorn tertentu berjualan diluar gedung dengan biaya sewa harian. Pertengahan tahun 1940an, bioskop mulai memiliki stan-stan makanan dan popcorn mereka sendiri di lobi.

Sejak itulah menonton film di bioskop semakin identik dengan popcorn.