Apa Beda Cuaca dan Iklim?

0
372

Ketika membicarakan global warming dan perubahan iklim, kadang makna ‘iklim’ dan ‘cuaca’ bisa tertukar. Alasannya mungkin karena keduanya sama-sama diidentifikasi dari radiasi matahari, suhu, kelembaban, kecepatan dan arah angin, hujan salju, dan lain-lain.

Tapi ada perbedaan yang lebih dari itu. Perbedaan utamanya adalah durasi.

Cuaca dan iklim saling berhubungan dalam cara yang mirip, seperti jika kita menganggap tiap babak sepakbola sama dengan keseluruhan pertandingan olahraganya.

Cuaca adalah satu set kondisi dalam atmosfer pada satu lokasi untuk periode waktu yang terbatas, misalnya cuaca saat siang hari, saat malam, atau waktu tertentu dalam satu hari.

Jika prakiraan cuaca di TV mengatakan hari ini akan cerah berawan dengan suhu 33 derajat celsius dan kecepatan angin barat daya 15 km/h dan kelembaban tinggi, itu menggambarkan kondisi cuaca untuk satu porsi dalam hari itu.

Sementara iklim, menjelaskan kondisi rata-rata atmosfer selama periode waktu yang panjang, misalnya dalam rentangan waktu 30 tahun atau lebih untuk lokasi tertentu.

Lebih lagi, kondisi cuaca berubah dari jam ke jam dan bahkan momen ke momen untuk satu titik, pemukiman, kawasan, atau kota di permukaan Bumi.

Kondisi iklim bertahan lebih lama dan sering digunaka untuk mendeskripsikan area-area luas seperti bagian-bagian negara, seluruh negara, atau kelompok negara-negara tertentu.

Dari kondisi iklim kita bisa membedakan bagian-bagian dari planet Bumi. Seperti gurun Sahara di Afrika yang lebih panas dan kering dibandingkan sungai Amazon di Amerika Selatan dan pantai berbatu di Alaska.

Kekuatan yang membentuk kondisi atmosfer di tiap bagian dunia sangat berbeda. Si Sahara, tekanan tinggi dikombinasikan dengan lokasi tropisnya yang memungkinkan radiasi matahari lebih banyak mencapai tanah da memanaskannya seiring tahun.

Kebalikannya, di pantai Pasifik Alaska dikuasai oleh dekatnya kawasan itu dengan samudera, lokasinya yang subarktik, perbedaan besar dalam jumlah jam siang antara musim panas dan musim dingin, dan arus lau hangat yang bersirkulasi di sekitar pantai itu.

Itulah mengapa sebagian orang sulit percaya pada perubahan iklim global karena perubahannya yang agak sulit diperhatian dan terjadi dalam waktu lama. Namun konsekuensi dari kelalaian kita bisa mengakibatkan cuaca buruk di semua tempat.

Di alam liar, hewan dan tumbuhan yang berevolusi untuk beradaptasi dengan satu set kondisi iklim juga akan menghadapi tantangan karena dipaksa meyesuaikan diri dengan kondisi yang tidak sesuai dengan spesialisasi mereka.

Bagi manusia, kondisi iklim akan semakin sulit diprediksi, dan hasil pertanian akan menurun karena resiko tinggi dari banjir dan kemarau yang tidak bisa diperkirakan, dan juga serangan flu yang sulit diantisipasi karena tidak lagi berhubungan dengan musim tertentu.